Nampaknya Masuk akal
Nampaknya masuk akal, bila sebuah kapal harus dirancang dan dibangun pola pikir para pengguna dan cara kerjanya, dengan memperhatikan juga kondisi kondisi lingkungan yang kemungkinan akan dihadapi selama masa pakainya.
Nampaknya masuk akal, bila pengalaman awak kapal harus siap tersedia untuk digunakan selama pembangunan kapal dan system peralatannya akhirnya “sesuai / cocok untuk tujuannya”, dan agar awak kapal harus terbiasa / familiar dengan kapalnya sebelumnya berlayar meninggalkan galangan.
Nampaknya masuk akal, bila kapal harus diawaki secukupnya untuk memastikan pengoperasiannya yang aman.
Nampaknya masuk akal, bila para awak kapal harus mempunyai kemampuan / kompetensi untuk mengoperasikan kapal dan system peralatannya, sesuai dengan ketentuan dari konvensi konvesi Internasional serta buku buku pedoman dari industri Pleayaran.
Nampaknya masuk akal, bila mereka yang terlibat dengan merancang, membangun, membuat peraturan dan aturan pengelolaan kapal kapal serta system peralatannya, memiliki pemahaman mengenai cara cara laut bekerja ( ways of the sea ).
Nampaknya masuk akal, untuk memastikna agar buku buku pedoman dan instruksi pengoperasian mempertimbangkan perbedaan kebangsaan, bahasa dan budaya dari para pelaut, dan mereka disajikan dalam cara cara yang sederhana dan jelas, tidak rumit yang secara tehnis dan mudah dipahami.
Nampaknya masuk akal, bila para pelaut bisa berkomunikasi secara efektif dalam menjalankan tugas tugasnya, dan agar pengetahuan mereka dalam bahasa inggris cukup memadai untuk mengkomunikasikan pesan pesan mengenai keselamatan baik ke dalam maupun keluar ( kapal ) dan selama situasi situasi normal dan abnormal.
Nampaknya masuk akal, untuk membuat investasi mengenai mutu / kualitas, bukan melulu lewat pemenuhan / kesesuaian dengan konvensi konvensi internasional namun juga melalui pengaturan diri dan komitmen sukarela pada standar standar dari industri ( maritim ) serta ketenturan ketentuan praktis yang ada ( codes of practice ).
Nampaknya masuk akal, untuk membuat investasi pada orang orang dengan mendorong penggunaan standar standar yang paling tinggi bagi pendidikan dan pelatihan serta semangat profesionalisme dalam industri maritim, dan dengan memberikan pada pelaut suatu lingkungan hidup dan kerja yang aman, menyenangkan dan sehat, serta syarat syarat kerja yang adil.
Nampaknya masuk akal, bagi semua pelaku industri maritim yang bertanggung jawab ( responsible stakeholders ) untuk bekerja sama memastikan agar pada akhirnya Nakhoda beserta anak buah kapalnya memiliki alat alat yang benar di tempatnya, dan diberikan pelatihan yang sesuai, untuk memastikan pengaturan kapal yang aman dan penyerahan muatannya dengan aman dan tepat waktu.
|