Portal Pelaut Indonesia  
  
home | crew manager | sea directory | crewing | Input CV | contact us | Lowongan | Find Crew
Google
 
-----

  Bookmark 

and Share

:: H o M e ::
Category
Web Directory
InFoRMaTioN
About Us
Login
Username:

Password:


Not register yet? Click here!
  FREE HOSTING
 
 

The Asian Voice in World Shipping

by admin
Tuesday, April 10, 2007 15:17:37 hits: 921 Send to a friend Print Version
Atas undangan dari Seatrade dan Singapore Maritime Foundation di Singapura saya dapat menghadiri seminar dan pameran maritime yang bertajuk The Asian voice on world shipping yang diselenggarakan pada tanggal 02 s/d 04 April 2007 oleh Seatrade dan Singapore Maritime Foundation di Singapura. ?.

Seminar dan pameran maritime ini diikuti oleh puluhan perusahaan yang bergerak dibidang kemaritiman melipiti shipping company, shipbuilding company, offshore construction, marine supplier, classification society serta perusahaan pendukung seperti perlengkapan marine navigation,marine communication, marine safety dan sebagainya.

Topik utama yang dibahas dalam seminar ini adalah semakin menonjolnya peranan negara-negara Asia dalam dunia maritim khususnya transportasi laut pada dua tahun belakangan ini. Hal ini terlihat dari penguasaan tonnage kapal yang mengangkut muatan serta perkembangan industri pembangunan kapal, telah beralih ke negara-negara Asia.

Acara seminar dan pameran dibuka oleh Presiden Singapura dan dihadiri juga oleh dua Mentri yang terkait dengan bidang perindustrian dan perhubungan Singapura.

The Asian voice on world shipping.

Sebelum dibuka secara resmi acara didahului dengan mendengarkan presentasi yang bertemanakan ?The Asian voice on world shipping? dari dua keynote speaker yang keduanya adalah CEO dari perusahaan global player dalam bidang bisnis pelayaran. Mr Sun Jiakan dari COSCO Container Line dan Capt. Takeo Manji dari NYK Line. Dalam presentasinya MR Sun Jiakan menyampaikan perkembangan bisnis jasa angkutan container dalam tiga tahun terakhir dan tren kedepan. Terjadi pergeseran penguasaan tonnage dari perusahaan pelayaran dari Eropa dan Amerika ke Asia. Hal ini seiring dengan menguatnya perekomonomian negara Asia spt China dan India. Dengan menguatanya peran Asia, diharapkan suara dari Asia dapat lebih mewarnai setiap penerbitan regulasi baru oleh PBB-IMO.

Capt. Takeo Manji dari NYK Line lebih banyak menyoroti persoalan SDM dalam operasioanal shipping bisnis. Permasalahan utama yang dihadapai dewasa ini bukan yang menyangkut rendahnya kompetensi, atau atau masalah remunerasi tetapi ada kecenderungan berkurangnya minat remaja untuk menjadi Pelaut profesional. Kebanyakan Pelaut Perwira hanya mau berlayar dalam jangka waktu yang pendek dibawah 5 dan 10 tahun. Disampaikan pula bahwa negara negara Asia merupakan penyumbang terbesar dalam profesi pelaut.
Philipina merupakan sumber Pelaut yg dominan dimana lebih dari 50% pelaut dunia berasal dari Philipina, sementara urutan selanjutnya adalah India dan Croasia.

Charterer forum.

Ada enam pembicara dalam forum ini terdiri atas praktisi broker, charterer dan analis. Dari semua pembicara dapat disimpulkan bahwa menguatnya pasar ship charter (owner market) selama lebih dari dua tahun belakangan diakibatkan oleh tingginya permintaan akan tonnage kapal. Yang menarik arus angkutan crude didominasi oleh permintaan energy Asia. Sedangkan untuk dry cargo juga didominasi oleh ekspor dari negara Asia.

Peningkatan ekomoni negara-negara Asia terutama China dan India yang luar biasa adalah menjadi penyebab utama tingginya permintaan tonnage kapal dunia. Kondisi ini telah menjadi stimulus terjadinya booming dalam pembangunan kapal baru sejak sejak tiga tahun terakhir seiring dengan peraturan double skin untuk kapal tanker angkutan crude.

Diperkirakan dengan akan banyaknya kapal yg delivery pada dua tahun mendatang kemungkinan charter rate kapal akan cenderung menurun. Demikian pula pasar kapal second hand saat ini juga sedang tinggi sebagai akibat juga dari tingginya permintaan.

Finance for Asian shipping .

Dalam sesi ini dibicarakan juga pola leasing dalam pendanaan pembelian kapal, seperti yang dilakukan Pertamina melalui program BBHP. Dibicarakan juga tentang upaya ?positioning? Singapura sebagai sentral ship financing di Asia. Upaya ini antara lain melalui dukungan bank-bank di Singapura baik bank milik Singapura sendiri maupun cabang dari bank luar yang sudah membuka perwakilan dan cabang di Singapura. Yang menarik juga dalam sesi ini adalah disampaikannya kemungkinan pendanaan syariah untuk ship finance atau untuk marine asset lainnya.

Ships technical trend.

Para pembicara dalam topic ini berasal dari classification society dan ABB yang selama ini dikenal sebagai maker Turbo Charger mesin pendorong utama kapal. Masing masing menyampaikan segala aspek teknis dalam pengawasan pembangunan kapal baik kapal container, tanker double hull, atau conversions, pembangunan VLCC di China serta pembangunan platform lepas pantai.

Pada kesempatan ini disampaikan pula ketentuan baru terkait dengan pembangunan kapal baru yang menyangkut coating. Untuk kapal diatas 5000 dwt yang dibangun sejal 31 Desember 2006 akan berlaku PSPV, yakni Performance Standard for Protective Coating, dengan segala ketentuan yang harus dipersiapkan dan dipenuhi jika membangun kapal baru.

ABB menyampaikan penemuan technologi baru tentang main propulsion system atau system pendorong utama kapal dengan kombinasi Electro Motor dengan diesel engine. Dari hasil penelitian disampaikan banyak keuntungan yang diperoleh dengan penemuan baru khususnya dalam hal efficiency dan meningkatkan utility penggunaan ruang muat kapal. (sesungguhnya teknologi ini menurut saya tdk baru krn saya pernah melihat di KRI IRIAN kapal perang terbesar dalam sejarah TNI AL kita sdh menggunakan teknilogi demikian)

Peluang yang dapat dimanfaatkan

Setelah mengikuti seminar dan menyaksikan eksibisi SEA ASIA yang dilaksankan di Singapura sesungguhnya ada beberapa informasi yang dapat dijadikan peluang dan disikapi dalam pengembangan bisnis dan pembangunan Indonesia kita kedepan.

Peluang untuk SDM pelaut Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya dan beralihnya dominasi Eropah dan Amerika ke Asia khususnya dalam dunia industri maritim, maka ini juga merupakan peluang bagi kita untuk membangun kerja sama dengan Ship Manajer profesional di Singapura dan Homngkong.
Kita mengetahui dalam kuantitas SDM pelaut kita kalah dr India dan Philipino, dalam hal kualitas mungkin tidak. Kita hanya perlu belajar melalui kerjasama bagaimana menghandle system yg telah dijalankan oleh perusahaan perusahaan pelayaran dalam pengertian ship manager company.
Contoh perusahaan Ship Manager spt Eurasia, Wallem, Toms dsb mengelola kapal container dan tanker dengan baik sekali. Jarang kapal mereka di detain di pelabuhan dunia maju.

Peluang pengembangan bisnis untuk marine lube oil.

Dengan semakin berkembangnya kemajuan ekonomi dan industri negara-negara Asia telah menjadikan Singapura sebagai central bisnis maritime dunia. Bahkan Singapura saat ini telah menjadi pelabuhan dan kegiatan maritim terbesar dan tersibuk di dunia. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk memulai pemasaran pelumas marine produk Pertamina. Sekaligus untuk menjadikan produk kebanggaan nasional ini dapat go internasional.

Peluang pengembangan bisnis BBM marine / bungker.

Dengan semakin banyaknya kapal yang melewati selat Malaka dan semakin terbatasnya pengembangan heavy industri di Singapure menyebabkan beberapa galangan kapal dan fabrikasi Rig direlokasi ke Batam. Ini tentunya dapat merupakan peluang untung memasarkan produk BBM MFO dan MDO sebagai bungker kapal di pulau Batam disamping tentunya produk Pelumas marine.

Penulis:
Emli Hasan ( Pertamina Shipping )
Senin 09 04 2007
 
The Asian Voice in World Shipping More Knowledge Share Articles :
 Segitiga Masalembo - The Indonesian Bermuda Triangle
 Program Gratis Menarik Email ke HP atau PDA
 Pelaut dan IMO
 GENERAL KNOWLEDGE IN OIL AND GAS PRODUCTION FIELD
 BARGE MASTER / RIG MOVER DUTIES AND RESPONSIBILITIES
 How to make your CV and Resume online ?
 SuNKeN VeSSeL : TiTaNiC
------
 
  WATCH SINKING SHIPS