Portal Pelaut Indonesia  
  
home | crew manager | sea directory | crewing | Input CV | contact us | Lowongan | Find Crew
Google
 
-----

  Bookmark 

and Share

:: H o M e ::
Category
Web Directory
InFoRMaTioN
About Us
Login
Username:

Password:


Not register yet? Click here!
  FREE HOSTING
 
 

Para Pelaut Indonesia Masih Menghadapi Berbagai Masalah Serius

by admin
Tuesday, August 12, 2008 03:59:59 hits: 1857 Send to a friend Print Version
Oleh : Pulo Lasman Simanjuntak ( Reporter GPI )

Para pelaut Indonesia sampai saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan serius yang perlu mendapat perhatian dan solusi dari pemerintah maupun asosiasi terkait khususnya dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat para pelaut Indonesia. Masalah yang dihadapi antara lain masih adanya pungli (pungutan liar) dalam pengurusan dokumen kepelautan di kantor imigrasi, sertifikat keterampilan (skill), pendidikan kurikulum kepelautan dalam rangka kualitas SDM, penguasaan bahasa Inggris yang masih lemah, kehilangan hak suara dalam mengikuti pemilu lantaran tak ada TPS-TPS di kapal, dan masih banyak lagi.

Masalah ini terungkap dalam acara tanya jawab para pelaut bawahan dan perwira dengan para Pengurus Group Pelaut Indonesia (GPI) seusai acara peresmian Group Pelaut Indonesia (GPI) dengan meluncurkan websitenya yang beralamat di http://indonesianseafarer.com berlangsung di Kampus Stimar AMI Jln.Pacuan Kuda No 1-5 Pulo Mas, Jakarta Timur, Jumat 8 Agustus 2008 (mengambil moment 0808 080808).Peresmian GPI dan peluncuran website ditandai dengan pemukulan lonceng kapal sebanyak 8 kali dan menyebut yel-yel Di laut kita jaya, kita kuasai 7 Samudera.

Ketua Group Pelaut Indonesia (GPI) Capt.Drs.Darul Makmur MM MMar pada kesempatan itu mengakui dari beberapa kali diskusi dimilist diketahui bahwa sampai saat ini para pelaut Indonesia dalam mencapai dan menuju ke kapal sejak dari Kota Jakarta sampai di kapal di luar negeri (LN) melewati beberapa pos.Ujung-ujungnya duit sejak di pintu gerbang, airport, sampai pelabuhan.Soal ngurus dokumen, ini memang masalah berat.Jangan terlalu banyak berharap pada GPI ibarat bayi baru lahir. GPI baru lahir perlu dukungan semua pihak. Jadikan pelaut Indonesia sejahtera dari awal sampai akhirkatanya.

Menurutnya, dari hasil diskusi lewat email sejak tanggal 28 Juli 1999 diperoleh hasil antara lain masalah pendidikan pelaut, cara mencapai dan menuju kapal ke LN yang melewati beberapa pos, dan penguasaan bahasa Inggris yang minim.Inilah yang diperkenalkan kepada pelaut pemula, persiapan apa yang harus dilengkapi, belum lagi masalah keterampilan dan penguasaan bahasa Inggris. Kita bersama-sama mencari jalan keluar untuk menuju kepada kesejahteraan pelaut,ujarnya.

Dikatakan lagi oleh Ketua GPI Capt.Drs.Darul Makmur MM MMar, dulu pelaut lahir secara alami, jadi penumpang gelap. Setelah itu jadi crew kapal diurus buku pelautnya, dan dapat pasport.Maka dengan adanya SCTW tahun 1978 yang direvisi tahun 1985 para pelaut wajib punya sertifikat,maka mulai ada kompetisi dan skill atau keterampilan khusus yang harus dikuasai para pelaut Indonesia.Lewat email diskusi, cari saran, beri petunjuk yang detail, maka hari ini ada website.Pelaut Indonesia diharapkan dapat sejajar dengan pelaut asing, meskipun para pelaut Indonesia masih sering dilecehkan dan kurang dihargai di luar negeri. Jadi sudah saatnya semua komponen bangsa Indonesia, termasuk pelaut Indonesia berusaha memperbaiki diri, supaya kita dapat dihargai. Melalui GPI kita bisa diskusikan masalah-masalah pelaut, sebab tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi.Apalagi saat ini kapal sudah terhubung dengan internet, kami terbuka dua puluh empat jam, siapa saja bisa bergabung dengan milis ini,ucapnya.

Capt.Drs.Darul Makmur MM MMar selaku Ketua GPI berharap organisasi yang telah ada untuk bersama-sama memperjuangkan nasib pelaut dimasa depan.Kita perlu diskusi untuk kata sepakat, meskipun ini memang berat.Kurang dalam implementasinya, ini yang jadi kita kurang dihargai di luar negeri,selanya seraya menambahkan AD/ART GPI sudah didiskusikan selama 4 bulan, dan diharapkan dalam dua bulan mendatang GPI yang memiliki AD/ART.

Sementara Capt.Puji yang mewakili pelaut menambahkan para pelaut Indonesia memang sampai saat ini hanya jadi obyek baik dalam pengurasan dokumen-dokumen, maupun urusan di imigrasi.Akan kita hapus semua penghalang-penghalang ini. Hari ini merupakan hari bersejarah bagi para pelaut Indonesia. Dan, menjadi suatu pertanyaan apa betul saya seorang pelaut. Kami tahu perkembangan pelaut masih mengecewakan,tegas mantan Angkatan Laut RI yang pernah berlayar selama 15 tahun ini dan saat ini menjadi dosen di Stigmar AMI.

Sedangkan Capt.Ferry Luntungan mewakili user pada kesempatan itu mengatakan masalah-masalah yang dihadapi para pelaut Indonesia selama ini tidak terakomodir dengan baik.Sejak tahun 2006 sampai tahun 2007 lalu sebanyak 4700 kapal dibuat untuk menggantikan kapal-kapal yang telah ada, sehingga lebih banyak pelaut dibutuhkan. Pelaut Indonesia sebenarnya sudah mampu bersaing dengan pelaut asing, tetapi bahasa Inggris perlu terus ditingkatkan. Kami mewakili user sekitar 80 kapal dari berbagai jenis yang memerlukan perwira-perwira pelaut. Agak sulit saat ini untuk mencari pelaut perwira,katanya sambil mengharapkan GPI bisa jadi wadah pelaut Indonesia untuk tingkatkan kompetisi.

Sementara itu Sekretaris Group Pelaut Indonesia (GPI), Capt.Ananta Gultom , yang dihubungi di Batam via telepon berkomentar bahwa GPI adalah suatu wadah kepelautan yang mengantisipasi dengan perkembangan jaman lewat informasi dan teknologi yaitu saling berinteraksi melalui jaringan internet.Melalui sarana internet banyak ditemukan keluhan-keluhan para pelaut Indonesia termasuk kepada organisasi pelaut yang sudah ada. Dengan internet pelaut Indonesia bisa berkumpul dalam sebuah group pelaut, sehingga persoalan-persoalan yang dihadapi akan transparan. GPI jadi organisasi terbuka, bisa memantau perkembangan pelaut dan perusahaan pelayaran setiap saat. Melalui internet segala permasalahan pelaut akan terungkap secara lengkap, cepat, dan bisa langsung merespon masalah-masalah yang ada, termasuk dengan perusahaan pelayaran,jelasnya.

Dikatakan Capt.Ananta Gultom lulusan dari AIP tahun 1980-an ini, ke depannya setelah ada legalisasi, GPI akan mulai memikirkan ketentraman dan kepastian akan masa depan para pelaut Indonesia.Sebagai suatu wadah organisasi pelaut yang resmi. nantinya GPI akan mencoba masuk ke jalur birokrasi dan wakil rakyat guna memperjuangkan harkat dan martabat para pelaut Indonesia. Ke depannya GPI juga akan melakukan semacam training-training serta pelatihan guna meningkatkan standarisasi, sehingga dapat sesuai dengan keinginan perusahaan pelayaran,ucapnya.

Pergaulan Internasional

Sementara itu Group Pelaut Indonesia (GPI) dalam siaran pers usai peluncuran website dengan alamat http://indonesianseafarer.com menyebutkan bahwa GPI adalah organisasi pelaut Indonesia yang bertujuan memperjuangkan keberadaan pelaut Indonesia dikancah pergaulan internasional. Organisasi ini adalah dari pelaut, untuk pelaut dan oleh pelaut.GPI hadir karena kebutuhan pelaut untuk bersama mengangkat harkat dan martabat pelaut. GPI menjelma untuk memperbaiki masa depan dan kesejahteraan pelaut beserta keluarganya.

GPI diharapkan dapat menyediakan komunikasi timbal balik antara GPI dan anggotanya secara terbuka dalam rangka bersama meniti jalan menuju visi dan misi mulia GPI untuk mensejajarkan pelaut Indonesia dengan pelaut mancanegara.

Dalam diskusi dimilist pelaut@yahoogroups.com, terlontar ide untuk membentuk organisasi yang tanggap dan mengerti tentang kebutuhan anggota.Diskusi berjalan sejak 23 Januari, kemudian 3 bulan lalu muncul lagi permintaan yang sama untuk merealisasikan organisasi secara nyata dan legal.Pembentukan ini buat pertama didukung penuh oleh 54 orang, dan anggota milist terdaftar sebanyak 2083 orang (data 26 Juli 2008).

Dalam rangka menyambut kebutuhan anggota pada tanggal 28 Juni 2008 diadakan pertemuan anggota (copy darat) pertama di kantor PT.Oriental Energy, Ruko Puri Botanical, Blok H-9 No.11, Jalan Meruya Selatan, Joglo, Jakarta Barat.

Dalam rapat pembentukan disepakati :

1. GPI telah terbentuk dengan nama sementara Indonesian Seafarer Society (ISS). Nama ini bisa dirobah sebelum dilegalkan oleh akte notaris (para anggota dipersilahkan untuk mengajukan nama yang lebih cocok).

2. Legalisasi akan dilakukan 2 bulan setelah tanggal 28 Juni 2008.

3. Pengurus sementara (pengurus tetap akan dipilih kemudian)

Ketua : Capt.Drs.Darul Makmur MM MMar

Sekretaris : Ananta Gultom

Bendahara : Sugianto Thoha

4. Domisili di Jakarta (sementara di kantor PT.Oriental Energy)

5. Visi : ingin melihat pelaut Indonesia menjadi kebanggaan bangsa sekaligus menjadi pahlawan devisa yang bermartabat

6. Misi :career development, kesejahteraan, dan bekerja untuk pelaut

7. Rencana kerja :membuat website sebagai media komunikasi.Melakukan registrasi pelaut dengan membuat master database.

By : Lasman Simanjuntak :lasman_simanjuntak [at] yahoo.com
 
Para Pelaut Indonesia Masih Menghadapi Berbagai Masalah Serius More Flash Articles :
 JANHIDROS TNI AL : Pembuat Peta Laut Indonesia
 PERTAMINA: Fuel Prices for Industry in June 01, 2008
 Fuel Prices for December 2007
 New ID scheme for Indonesian crew
 About: Consortium of Indonesia Manning Agencies
 Fight Against Illegal Expenses Cost in Port
 Nampaknya masuk akal
 Mengenal lebih dekat : Raden Ajeng Kartini
------
 
  WATCH SINKING SHIPS