Bajak laut menyita dua kapal tanker Eropa di lepas pantai Somalia dalam kemarin, demikiran menurut pusat Perkapalan Nato.
Kapal Nipayia milik perusahaan Yunani dengan 19 orang awak kapalnya dibajak hari Rabu, ementara kapal tanker milik Norwegia, Bow Asir dibajak oleh bajak laut hari Kamis.
Kapal ini memiliki 27 awak, demikian keterangan Asosiasi Pengusaha Kapal Norwegia.
Teluk Aden sering menjadi lokasi serangan kapal-kapal dagang, tahun lalu 40 persen total pembajakan terjadi di lokasi ini.
Kapal-kapal perang dari berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika, Perancis dan Jerman serta Iran sekarang berpatroli di Teluk Aden sebagai upaya untuk mencegah pembajakan.
Awak kapal 'tidak cedera'
Kapal Bow Asir yang beratnya 23 ribu ton dan berbendera Bahama, dilaporkan sebagai kapal pengangkut bahan kimia. Tidak jelas barang apa yang sedang diangkutnya ketika dibajak.
Jurubicara kementrian luar negeri Polandia, Piotr Paszkowski mengatakan pemilik kapal dari Norwegia ini sudah memberitahu kementriannya bahwa lima dari awak kapal itu adalah warga negara Polandia, demikian tulis kantor berita Associated Press.
Kapten kapal itu berkebangsaan Norwegia, demikian kata asosiasi pemilik kapal Norwegia.
Menurut berbagai laporan kapal itu dibajak oleh sekitar 16 sampai 18 orang bajak laut.
Sementara kapal milik pengusaha Yunani, Nipayia seberat 9 ribu ton dibajak sekitar 450 mil dari sebelah Selatan pelabuhan Kismayo, Somalia, kata misi anti pembajakan Uni Eropa kepada BBC.
Awak kapal dari dua kapal yang dibajak itu diyakini tidak mengalami cedera apapun, kata jurubicara itu.
Kedua kapal tanker itu jauh lebih kecil dari kapal super tanker Saudi, Sirius Star yang dibajak oleh pembajak Somalia bulan November lalu dengan muatan dua juta barel minyak.
Pusat perkapalan NATO mengatakan tiga kapal lagi dilaporkan dikejar oleh beberapa kapal kecil hari Rabu dan Kamis.
Para pembajak Somalia juga membajak sebuah kapal pesiar dengan dua penumpangnya setelah kapal itu meninggalkan pulau Seychelles di Samudra Hindia, kata radio nasional Seychelles hari Rabu kemarin.
sumber:
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/03/printable/090326_somaliapirates.shtml